Tik tok tik tok... Sedetik yang lalu. Lima menit kebelakang. Tadi pagi. Kemarin malam. Setahun silam.Dunia berputar, menyapa kita sejenak lalu kita sebut ia dengan masa lalu. Canda tawa menimbulkan rindu. Tak sedikit pula tangis pilu. Darinya kita belajar. Menjadikan diri kita sekarang. Sekarang. Sekarang?Tik tok tik tok... Sekarang. Detik ini. Menit ini. Jam ini. Malam ini. Hari ini. Minggu ini. Bulan ini. Tahun ini.Masa yang sedetik kemudian, semenit kemudian, sejam kemudian, seminggu dan setahun kemudian akan menjadi memori.
Seminggu lagi, kita bersiap mengganti kalender kita dan membiasakan diri menulis angka 2 alih-alih angka 1 setelah...
26 Desember 2011
14 Desember 2011
Prison

Prison and criminalism are actually not my concern. But
since I had to write a short essay about prison, I could not run away to think
about the prison. It is not a big secret anymore that prisons in Indonesia have
a bad management. Fortunately, I didn’t have to make an essay about that.
Thinking of the fact that the law institution has turned out to be a place for
many crimes is so irritating.
Every country has its own regulations on how to reduce the
crime rate of their countries. The regulations
may be different, but they have a...
11 Desember 2011
Melawan Mitos HIV & AIDS

Dua orang perempuan masuk ke dalam ruangan dimana saya dan beberapa teman sedang mendengarkan pengalaman sebuah organisasi yang bergelut di isu HIV & AIDS di Bali. Seorang staf organisasi tersebut lantas meminta keduanya untuk duduk di bangku depan dan memperkenalkan diri mereka, termasuk statusnya sebagai orang yang terinfeksi HIV. Sang staf lalu mempersilakan kami untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Saya salah tingkah. Tak bertanya satu pun, hanya kening berkerut-kerut.
Bukan hanya sekali dua saya bertemu orang yang terinfeksi...
1 Desember 2011
Semua Bisa Kena HIV Bukan Sekedar Angin Lalu
Campur aduk rasanya
saat saya membaca berita tentang penolakan seorang siswa yang diketahui ayahnya
positif HIV. Sang anak, yang negatif, sebetulnya sudah diterima di sekolah
tersebut namun tiba-tiba orang tuanya mendapatkan pesan singkat dari salah satu
guru yang menyatakan bahwa anak tersebut tidak jadi diterima karena adanya
kekhawatiran dari beberapa orang tua murid.
Perasaan pertama yang
saya rasakan adalah geram pada pihak sekolah dan kasihan pada si anak. Perasaan
saya lalu berubah menjadi kekhawatiran mungkin masih banyak –semoga tidak-
anak-anak yang mendapatkan perlakuan serupa. Saya bertanya-tanya, apakah para
guru dan orang...
Langganan:
Postingan (Atom)